Brand

brand loupe

Brand terjemahannya merek, yang bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang membedakan suatu produk dari yang lainnya di pasaran. Ia bisa berbentuk nama produk dan segala implementasi turunannya. Sebutlah seperti logo, etiket (merek kemasan), simbol, semboyan, atau maskot. Intinya, ciri khas yang begitu dilihat oleh seseorang maka akan langsung diasosiasikan kepada suatu produk tertentu.

Merek ini sangat penting dalam bisnis, terutama dalam konteks kewirausahaan. Kita sebagai produsen atau usahawan tidak bisa membuat produk yang laku di pasaran tanpa merek yang jelas. Produk yang tidak memiliki merek disebut produk generik. Misalnya saja kalau kita menjual kacang atau jagung rebus keliling, tentu sulit diberi merek karena tidak ada unsur pembedanya dengan yang lain. Boleh saja diberi nama “Kacang Super” atau “Jagung Rebus Cak Kandar”, tapi itu sebenarnya bukan merek. Karena tidak ada bedanya antara “Kacang Super” dan “Kacang Loyo” bukan? Ini beda kalau kita memberi nilai tambah pada produk olahan sehingga hasil akhir yang dinikmati konsumen memiliki unsur pembeda (diferensiasi) dengan produk sejenis. Misalnya kacang atom cap dua binatang, tentu bisa diasosiasikan dengan muadh bahwa itu adalah kacang milik merek tertentu yang beda dengan kacang cap burung.

Brand adalah unsur paling sulit dalam proses penamaan bisnis. Ia beda dari sekedar “nama usaha”. Karena di sini akan menjadi corong dari produk produsen di mata konsumen.

 

Ilustrasi: teehunter.com

This entry was posted in Komunikasi & Media; Pencitraan & Merek and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *